CEO Exchange

top_banner

MB IPB Marketing class held on March 20th 2013, Our Lecture Ujang Sumarwan, Ph.D., gives us a video about CEO of world companies who had so many ideas, inspiring the next generation, shaping trends and forging the future, ideas that change the way we live. The name of the program is CEO Exchange. In class We watched the episode about Xerox lead by the most influenced woman, Anne M. Mulcahy the Chairman & CEO. and also we watched the story about The Coca Cola Company lead by Neville Isdell as a Chairman & CEO.

Based on their explanation about how to lead the company and solve the company problem, and also their style to improving the company performance, there are so many statement that inspired me to do the same as what they did in business performance and also career performance.

The Statement which already inspired me are..

Anne Mulcahy

Anne Mulcahy

Anne Mulcahy “Making it personal and you know, making sure that people understand that you know, wherever possible, you’ve tried to do the right thing for people”

Neville Isdell

Neville Isdell

Neville Isdell “Spoke to and listened to the people in the business. And the day that it was announced I was in the quadrangle talking to the people, telling them that they were the core and the heart of the business and that I was going to restore the spirit back to the business”

So, would you do the same as what they did to their business? or you’ve your own style in your business?

Back to the basic, i think “LISTEN to your people” is the powerful leadership skill to deliver you to success

Mohamad Adiguna


> > e s c a p i n g me

I think when we faced a problem or a difficult things, we are looking for the place which can erase our difficult moment such as a bad day, broken heart, money problem, got a problems with relatives, or other problem we were facing that can make us very sad and unhappy.. a lot of people have a different way to solve their problem, but my way is pray to the god and beside that i’m going to find a nice place to take a deep breath, finding quite place, staying calm and far away from crowd environment.

For me escaping to quite place is very important, make me feel brand new, reducing angry and disappointed feelings, beside that, my escaping goal is finding new inspiration for my life, it helps me a lot when  i got stuck in my life, refresh my time just for relax and escape from my activities would be very helpful to recharge my inspiration.

Because i don’t have a lot of time to spare, and also money to travel : ) , so the location near our hometown could be very worth if we grateful for all what we have, it would be very nice spare our time here.. : ) …. This is the place i used to spend my time for “me time”

  • Dago Hill : about 10 Km up hill to the north east of Bandung city via dago bengkok country road, it would be very nice view and enjoying Bandung landscape from here : )

Dago Hill

me and denny

i called it “a lonely tree”

  • Wendy’s Braga : take a seat on the corner of this fast food restaurant, and feel the coziest place, even the location in the center of Bandung City, but staying here and just pick up some old town photograph in braga street would give us a brand new inspiration.. check it out for the old fashioned style : )

Wendy’s Braga

 

  • Padalarang Railway Curve : Come visit this place when the sun goes down, and you will see how god has create our world very beautiful and very nice, at this place we can see the rice field scenery along the railway curve, local farmers who cultivate rice field by traditional farming system and also the buffalo play the main object in cultivating the rice field. Don’t shy to take a picture with them, it could be very unforgettable moment taking picture with farmers and their buffalo also : ).. Then take a walk about 5 minutes trace the railway to the north side, and you will enjoy a beautiful railway bridge scenery, especially if u can reach the hill side the bridge the scenery would be unforgettable moment.
Railway Curving

Railway Curving

Cleaning Up

Cleaning Up

 

Farmers and Buffalos

Farmers and Buffalo

 

Old Railway Curve Bidge

Old Railway Curve Bidge

 

  • Selasar Sunaryo : Again up hill of Bandung City, we can enjoy a very nice art space of Selasar Sunaryo,  Selasar Sunaryo Art Space located in Dago Pakar, about 10 Minutes from Bandung downtown, trace up hill the dago street and turn your self before Ciburial. Here we can enjoy our self so deep, we can relax our self and enjoy your moment with family, relatives, or your friend. If u really love Art and masterpiece of visual art exhibitions, i think this is the right place. But if we just only need a relaxing place, this Art Space also include what you want, come here around 3pm and enjoy the Coffee, Lasagna, Spaghetti, etc while waiting for the sun goes down :)
down stairs @selasar sunaryo

down stairs @selasar sunaryo

Sun Goes Down

Sun Goes Down @Selasar Sunaryo

 

Thanks For Enjoying

Mohamad Adiguna


Merubah Mindset, Menjadi Pengguna “Transportasi Publik”

Dari bekal semangat, serta perhatian yang tinggi dari dalam diri saya terhadap sarana transportasi publik, maka saya mencoba untuk berbagi mengenai “Kenapa kita harus menggunakan transportasi publik?”. Setidaknya hal tersebut dapat merubah pola pikir kita yang selama ini “dimanjakan” oleh kendaraan pribadi sebagai dampak dari murahnya biaya Bahan Bakar, sehingga berakibat pada meningkatnya kemacetan, polusi, dan inefisiensi tenaga serta waktu akibat kendaraan pribadi.

 

TRANSPORTASI PUBLIK

Keberadaan Transportasi Publik di Indonesia kali ini sedang menjadi perhatian lebih dari para stakeholder, baik pemerintah, masyarakat, maupun pelaku usaha. Jumlah penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, menyebabkan beban jalan yang digunakan untuk mobilitas penduduk dari suatu daerah ke daerah lain menjadi semakin meningkat. Untuk itu diperlukan sarana mobilitas yang cepat, efisien, namun dapat mengangkut banyak penumpang. Transportasi Publik yang cepat, efisien, dan massrapid (mengangkut masal) diantaranya adalah ; Kereta Api, Monorail, Subway, Light Rail, Busway, Bis Kota, Bis Antar Kota Antar Propinsi, Double Deck Bus, Commuter Line Rail, Tram, dsb.

Di negara maju dan beberapa negara berkembang, sarana transportasi publik yang tersedia sangat sinergis serta nyaman juga begitu dihargai dan dijadikan tulang punggung oleh masyarakat, selain transportasi publik memberikan harga yang relatif murah, juga mampu mengangkut banyak penumpang dalam satu waktu dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Transportasi Publik di negara maju mengutamakan kenyamanan dan keamanan yang extra, selain dari pada itu sinergitas antara jenis transportasi publik satu dengan yang lainnya dapat mempermudah akses mobilitas masyarakat.

Shonan Monorail – Kanagawa Perfecture, Jepang

Jumlah penggunaan kendaraan pribadi dapat ditekan dengan tersedianya layanan transportasi publik, bagaimana Jepang mengkoneksikan seluruh lokasi hanya dengan transportasi publik yang saling bersinergi, Bandara-Bandara Internasional dibangun bersinergi dengan Kereta Listrik, Bis Kota, dan Monorail, sehingga masyarakat tidak ambil pusing kendaraan mana yang ingin digunakan karena semua pilihan telah tersedia tentunya dengan harga yang berbeda sesuai dengan kecepatan dan kenyamanan nya.

Selain Jepang ada juga Singapura, Saya ambil contoh ketika saya dan istri mengunjungi negara mungil tersebut, tiba di bandara Changi Airport sudah tersedia pilihan transportasi publik yang nyaman yang dapat kami gunakan untuk mengunjungi lokasi yang kami tuju, yaitu MRT (Mass Rapid Transit) dan Public Bus. Sistem smart card yang digunakan untuk mengakses transportasi publik tersebut mempermudah dan mempercepat penggunaan public transport.

Double Deck Bus – Pada Saat Cek Passport – Perbatasan Malaysia Singapore

 

Inside Singapore MRT

 

TRANSPORTASI PUBLIK DI INDONESIA

Lain Jepang dan Singapura, lain pula di Indonesia, pola transportasi publik di Indonesia belum sesempurna Jepang dan Singapura, perkembangan transportasi publik di Indonesia seperti berjalan di tempat, PT. Kereta Api Indonesia yang menjadi operator tunggal sarana angkut massal belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat untuk mempercepat mobilitas mereka. Koneksi antara daerah di Indonesia terutama di pulau Jawa masih dominan dipegang oleh kendaraan bermotor baik itu roda empat maupun roda dua, begitu pula mobilitas barang atau logistik masih dominan menggunakan Truk-Truk besar. Tentunya jumlah penduduk di pulau Jawa yang begitu besar serta kota-kota yang ada berkembang begitu pesat seiring pertambahan jumlah penduduk apabila tidak diiringi dengan Pembangunan Transportasi Publik yang efisien dan efektif, yang terjadi adalah biaya perjalanan yang meningkat, waktu yang tidak efisien, kemacetan, polusi, konsumsi BBM yang tidak produktif, serta masih banyak lagi.

Masalah yang terjadi dalam pengelolaan transportasi publik di Indonesia begitu kompleks, salah satu indikator nya adalah sinergitas, aksesibilitas, serta kenyamanan. PT. Kereta Api Indonesia yang diwariskan oleh Belanda dengan jumlah Asset Kereta Api yang luar biasa besar, diantaranya Rel Kereta Api yang menghubungkan kota-kota besar di pulau Jawa, Stasiun Kereta, Gedung Perkantoran Kereta Api, Dll, belum mampu bersinergi baik dengan transportasi lain yang tersedia baik di Stasiun Keberangkatan maupun Stasiun Tujuan. Untuk menuju ke Stasiun seseorang perlu menggunakan kendaraan bermotor, ditambah dengan jarak stasiun yang jauh dari rumah, begitu pula ketika tiba di stasiun tujuan, Sehingga calon penumpang akan kesulitan untuk mengakses stasiun. Kesulitan akses inilah yang mengakibatkan masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi dibandingkan dengan menggunakan jasa kereta api, dengan dalih bahan bakar premium ataupun solar yang relatif murah serta begitu banyak pilihan kendaraan irit bahan bakar maka masyarakat cenderung menggunakan kendaraan pribadi, oleh karena itu tidaklah heran jika kita melihat tingginya volume kendaraan terutama di kota-kota besar.

Hadapi Macet

Selain Kereta Api, adapula Bus Kota maupun Bus Antar Kota Antar Provinsi yang menjadi tulang punggung utama transportasi publik masyarakat Indonesia, namun sekali lagi masalah yang muncul adalah aksesibilitas dan kenyamanan, beberapa diantara masyarakat yang hendak bepergian keluar kota mungkin berniat menggunakan jasa Bus Antar Kota, namun apa daya akses menuju terminal sangatlah sulit, sebagai contoh saya yang tinggal di Bandung, setiap Minggu saya pulang ke Bogor menggunakan jasa Bus dari terminal leuwi panjang, perjuangan yang harus saya lakukan sangatlah luar biasa, menembus kemacetan Kota Bandung menggunakan motor ataupun mobil demi naik Bus ke Bogor dari terminal leuwi panjang sangatlah melelahkan. Saya mungkin mampu melakukan hal itu, karena saya menghargai transportasi publik, selain biaya yang keluar juga lebih murah, Bus yang saya tumpangi pun nyaman, maka saya rela macet-macetan menuju terminal demi untuk  menggunakan jasa Bus Antar Kota. Saya dan beberapa penumpang lain mampu mengakses terminal leuwi panjang walaupun sulit, namun banyak juga masyarakat yang enggan melakukan hal itu, mereka cenderung lebih memilih menggunakan mobil pribadi, atau menggunakan jasa travel. Hal tersebut tentu tidak menjadi masalah dan bukan untuk diperdebatkan selagi mereka mampu mengeluarkan biaya lebih untuk bensin dan tol.

 

PERUBAHAN PARADIGMA MENGGUNAKAN TRANSPORTASI PUBLIK

Kondisi transportasi publik Indonesia yang jauh dari sempurna, menjadikan permasalahan utama mengapa masyarakat cenderung lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, selain privasi lebih terjaga, juga tidak repot apabila membawa barang yang cukup banyak. Andaikan pola transportasi publik Indonesia sesempurna seperti apa yang diterapkan di Singapura dan Jepang, mungkin akan lebih banyak lagi orang yang akan naik transportasi publik di Indonesia, dan penggunaan kendaraan bermotor pun akan semakin berkurang.

Mungkin itu adalah apa yang saya impikan dahulu, sebelum saya sadar bahwa transportasi publik memegang peranan penting dalam mobilitas masyarakat. Yang saya pikirkan pada waktu itu apakah saya akan terus terdiam dan tidak akan pernah sadar bahwa transportasi publik itu penting?. Untuk kasus apabila saya bepergian sendiri menggunakan mobil pribadi, beban transportasi yang saya keluarkan akan lebih tinggi dibandingkan dengan saya menggunakan bis atau kereta api.

Saya Mencoba Menjabarkan Keuntungan dan Kelemahan antara Transportasi Publik dan Kendaraan Pribadi dari apa yang saya alami selama ini.

Jika Menggunakan Transportasi Publik;

Keuntungan

  1. Biaya Rendah (Low Cost) jika pergi sendiri;
  2. Tidak Cape / Karena Tinggal Duduk;
  3. Membantu Mengurangi Kemacetan Jalan;
  4. Beberapa Transportasi Publik Mempercepat Perjalanan (Kereta Api).

Kelemahan

  1. Jika pergi sekeluarga bawa banyak barang akan repot;
  2. Tidak Cocok bagi mereka yang mengutamakan privasi;
  3. Tidak Cocok bagi mereka yang mengutamakan life style menggunakan mobil pribadi;

Jika Menggunakan Kendaraan Pribadi;

Keuntungan

  1. Privasi lebih terjamin;
  2. Biaya akan rendah jika bepergian satu keluarga dan tidak repot;
  3. Kendaraan pribadi menunjukan status sosial sesorang serta life style seseorang.

Kelemahan

  1. Bersiap terhadap kemacetan;
  2. Biaya perawatan kendaraan yang harus kita bayar secara rutin;
  3. Kondisi jalan di Indonesia yang tidak sebaik di Eropa;
  4. Lelah dan Capek jika pergi sendiri;
  5. Biaya akan tinggi jika pergi sendiri.

Maka dari beberapa poin yang saya alami sendiri diatas, perlahan mindset saya terhadap penggunaan transportasi publik pun berubah, saya lebih menghargai keberadaan transportasi publik di Indonesia meskipun keberadaannya masih jauh dari kesempurnaan, namun yang saya lakukan adalah saya menanamkan mindset terlebih dahulu kedalam pikiran saya, apabila menggunakan transportasi publik itu jauh lebih menguntungkan maka tidak ada salahnya saya akan menggunakan jasa tersebut.

Diluar konteks kondisi transportasi kita yang berantakan, kondisi jalan yang macet terutama di Ibukota, keberadaan Kereta Api muncul menjadi primadona baru bagi masyarakat Indonesia, seolah Kereta Api menjadi pemecah masalah Kemacetan di pulau Jawa saat ini. Maka tidak heran jika PT. Kereta Api Indonesia melakukan begitu banyak perombakan, baik dari sisi sistem maupun kondisi sarana dan prasarana. Kereta Api menjadi andalan utama saya dan istri untuk bepergian antar kota di pulau jawa, terutama untuk berlibur, selain karena biaya yang dikeluarkan akan lebih murah dibandingkan saya menggunakan mobil pribadi, kenyamanan dan keamanan pun lebih terjamin dengan Kereta Api terutama jika menggunakan Kereta Api Eksekutif.

Inside – Kereta Api Turangga Bandung – Surabaya

Selain Kereta Api antar kota, untuk Jabodetabek sendiri sudah tersedia Kereta Api Commuter Line, dimana jasa angkut bagi kaum Commuter / Urban ini sangat menguntungkan bagi penggunanya dari sisi waktu maupun uang, kenyamanan Commuter Line pun terjamin, karena PT. Kereta Api Concern terhadap ketepatan waktu dan kenyamanan. Meskipun tidak sesempurna MRT di Singapura, Japan Railway di Jepang,  serta Monorail di Malaysia, namun keberadaan Commuter Line ini menjadi tolak ukur kebangkitan Transportasi Massal di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan keseriusan dalam rencana pembangunan MRT di Ibukota, Pembangunan Jalur Kereta Api Bandara, serta rencana proyek pengaktifan kembali jalur-jalur mati Kereta Api di pulau Jawa.

Rangkaian Commuter Line

 

Jalur Commuter Line Jabodetabek

 

Di Jogjakarta, ketika saya berlibur bersama istri saya, saya lebih senang menggunakan jasa Trans Jogja dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi, murah meriah, nyaman, serta jangkauan trans jogja yang relatif luas hingga ke Candi Prambanan memudahkan kami berdua untuk bermobilisasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Selain Jogjakarta, Kota Surakarta / Solo pun giat dalam mengembangkan transportasi publik, selain berguna sebagai pengangkut massa, juga di Kota Solo transportasi publik digunakan sebagai sarana wisata bagi para wisatawan. Dengan hadirnya Batara Kresna jurusan Solo – Sukoharjo, para commuter dari sukoharjo dapat menggunakan fasilitas ini hanya dengan Rp 10.000,- dan untuk jurusan Solo – Jogjakarta Rp. 20.000,-. Selain Kereta Api, Solo juga menyediakan bus wisata, dengan menyediakan Double Deck Bus terbuka, diberi nama werkudara.

Trans Jogja

 

Railbus Batar Kresna, Solo – Sukoharjo, Solo – Jogjakarta

 

Werkudara – Solo

Saya pikir we are on the right track, kita harus konsisten dalam pengembangan transportasi massal yang bersinergi satu sama lain, perubahan mindset menjadi “PENGGUNA TRANSPORTASI PUBLIK” itu harus ditanamkan semenjak dini, kesadaran menggunakan transportasi umum menjadi jawaban yang tepat untuk mengurangi pemborosan penggunaan Bahan Bakar, mengurangi polusi, kemacetan, serta mengurangi biaya pengangkutan barang / Logistik. Mindset itu perlu ditanamkan ke seluruh stakeholder yang ada di Indonesia, Pemerintah, Swasta, serta Masyarakat perlu menyadari pentingnya menggunakan transportasi publik. Pemerintah yang membangun dari dana swasta dan masyarakat, maka pihak Swasta dan Masyarakat pun akan diuntungkan dengan adanya pola transportasi yang bersinergi, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pun akan semakin tumbuh positif.

Mari Budayakan menjadi Pengguna Transportasi Publik

Adiguna


MUNGGAH – SEBUAH TRADISI


Rutinitas yang terus hadir dalam keseharian saya kerap menimbulkan efek “lupa” akan perlunya berkumpul dan bersilaturahim dengan keluarga di kampung halaman, rutinitas mencari nafkah dan membina rumah tangga bersama istri tercinta di kota lain dan jauh dari kota kelahiran dimana Ibu dan Adik tinggal adalah hal yang harus dihadapi setelah kita berkomitmen untuk hidup mandiri serta berpisah dari Ibu, Ayah, Adik kita tercinta, Silaturahim yang dibangun dari kejauhan hanya sebatas melalui BBM, SMS, ataupun Telepon kurang begitu afdol dibandingkan kita mengunjungi langsung keluarga dan saudara-saudara kita.

Lain ketika Ramadhan akan tiba, kerinduan akan kampung halaman dan kerinduan akan keluarga tercinta di kampung halaman pun bertambah kuat, berbeda dengan bulan-bulan biasanya, rindu akan berkumpul dan bersilaturahim dengan Ibu, Adik, dan Ayah di kampung seolah melengkapi indahnya kehadiran bulan Ramadhan, maka tak heran jika di Jawa Barat khususnya dikenal dengan tradisi “Munggah”, dimana tradisi ini sudah berkembang sejak zaman dahulu kala, munggah merupakan tradisi dimana kita berkunjung ke Kampung Halaman Orang Tua kita bersama dengan anak dan istri. Sebenarnya tradisi ini begitu kental terasa pada zaman dahulu kala, seperti dikutip di surat kabar Pikiran Rakyat – Menjalankan Munggah Merindukan Rumah, dalam bahasa sunda “munggah” berarti “naik” dan mengandung makna “ peningkatan” atau “perubahan”, di dalam budaya dan tradisi sunda sendiri munggah bertujuan untuk membersihkan diri dan menyucikan diri sebelum menjalankan Ibadah puasa di bulan Ramadhan. Berbagai macam cara untuk melaksanakan tradisi munggah, ada yang mengisi dengan berziarah, mengirimkan makanan ke kampung halaman, sahur bersama, mengajak anak dan istri berkunjung ke saudara-saudara di kampung, dll.

Bagi saya pribadi apa yang dikutip di harian Pikiran Rakyat tersebut memang benar adanya, Bersilaturahim setelah kita melewati kesibukan yang menyita waktu, akan berpengaruh terhadap ketenangan lahir dan batin saya. Mungkin saya tidak akan menjalankan tradisi munggah seperti zaman sunda kuno, namun yang saya terapkan dari apa saya petik dari hikmah menjalankan tradisi munggah adalah “silaturahim” sebagai salah satu sunah Rasulullah SAW. Selain saya dan istri saya berkunjung ke kampung halaman untuk melepas rindu, kami pun bermaksud meminta maaf atas segala kesalahan dan memohon doa dari Ibunda tercinta untuk diberikan kelancaran dan kekuatan untuk segala apa yang kami lakukan di dunia ini, sehingga kami berdua senantiasa damai dan tenang lahir dan bathin, dan menjalankan Ibadah puasa dengan penuh amanah. Tentunya dengan segala restu Ibunda tercinta dan keluarga tercinta saya harap mampu meminimalisir GAP yang muncul antara kami dan keluarga karena kami berdua sudah tinggal berpisah.

Semoga kita senantiasa menjaga tradisi ini, tradisi silaturahim yang rutin kita lakukan, bukan hanya pada saat munggah, namun silaturahim yang kita bangun dikeseharian kita akan menjadi sebuah kebiasaan baik yang memberikan banyak manfaat. Aamiin.


9 Kecerdasan Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua

Keluarga

Kecerdasan anak tak hanya diukur melalui ukuran IQ (Intelligence Quotient). Setiap anak memiliki kecerdasan yang majemuk, yakni kecerdasan intelektual (IQ) maupun kecerdasan emosional (Emotional Quotient/EQ). Menurut Howard Gardner salah seorang profesor pendidik dan peneliti dari Harvard University Amerika Serikat, ada 9 aspek kecerdasan seorang anak. Istilah yang sering kita dengar adalah multiple intelligences.

Apa sajakah kecerdasan yang terdiri dari 9 kriteria  kecerdasan majemuk tersebut?

1. Kecerdasan musikal

Kecerdasan ini ditunjukkan anak mudah sekali mengikuti dan mengingat lagu. Cara melatihnya adalah dengan mendengarkan musik dan bernyanyi. Mengajarkan anak menyanyikan lagu-lagu sederhana sesuai usia mereka. Melakukan pekerjaan dengan bernyanyi, misalnya saat mandi dan bangun pagi.

2. Kecerdasan Intrapersonal

Berkaitan dengan kemampuan daya tahan, untuk tidak mudah down, gigih berusaha, tidak minder. misalnya ketika  mengikuti perlombaan, tampil depan umum. Cara melatihnya adalah mengajarkan anak untuk terbiasa berada dalam sebuah kelompok dan berinteraksi dengan teman – teman sebayanya.

3.Kecerdasan interpersonal (sosial)

Adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan anak beradaptasi, bekerjasama, berelasi dengan lingkungan teman sebaya dan orang di sekitarnya. Cara melatihnya adalah dengan memberi kesempatan si kecil sering ditemani untuk bergaul bersama teman – teman sebaya, bermain dan berkomunikasi pada anak- anak seusianya.

4. Kecerdasan visual spasial

Adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan memahami pandang ruang. Yakni anak mampu membedakan posisi dan letak serta membayangkan ruang, Di kanan, kiri, atas, bawah, depan, belakang dan samping.

Cara melatihnya adalah setiap melakukan kegiatan yang berhubungan dengan posisi atau ruang hendaknya orang tua selalu sambil menyebutkan, misal : Tolong dong, adik letakkan bukunya di atas meja, atau tolong kakak ambilkan buku yang jatuh di bawah meja. Sebutkan lokasi ruang, ajarkan si kecil melipat, menggunting, membalik dan menggambar.

5. Kecerdasan natural (alam)

Anak diperkenalkan dengan lingkungan hidup selain manusia , yaitu binatang, tumbuhan dan beraneka suasana alam, misalnya sesekali ajak anak memberi makan pada ikan atau ke kebun binatang, mengunjungi taman flora dan bermain di alam terbuka.

6. Kecerdasan kinestetik tubuh

Anak memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan yang melibatkan tubuh misalkan gerakan tubuh saat berdoa,  menggambar, melompat, berlari dan olahraga yang menggerakkan tubuh, menari, senam dan sebagainya. Cara melatihnnya ajak anak untuk latihan mencoret dan menggambar garis, lingkaran, melakukan gerakan senam dan menari.

7. Kecerdasan moral

Yaitu kepekaan anak untuk meresap kepatuhan dalam berperilaku yang baik, misalnya tahu mengucapkan terimakasih, maaf, permisi dan membedakan perbuatan baik dan buruk, bisa menahan diri untuk tidak melakukan pelanggaran terhadap tata cara kesopanan.  Caranya adalah melatih dalam kelompok bermain dan melakukan peraturan peraturan dalam permainan, ajarkan anak patuh dan memahami aturan sederhana misalnya bermain petak umpet.

8. Kecerdasan verbal linguistik

Anak dapat berbicara dan menceritakan suatu kejadian yang dilihatnya dengan mudah, terangkai dengan baik dan kronologis kejadian tidak melompat lompat. Cara melatihnya adalah sejak dalam kandungan dan setelah lahir anak sering diajak bercakap cakap, berbicara dengan orangtua, teman sepermainan, menceritakan dongeng dan menyanyikan lagu anak – anak.

9. Kecerdasan logika matematika

Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak untuk memahami persoalan dan memecahkan teori sederhana yang berkaitan dengan angka. Cara melatihnya adalah mengajarkan anak mengelompokkan mainan yang dimiliki, menghitung buah buahan dan membagikan makanan kecil dan menyebutkan jumlah yang diberikan, mengelompokkan benda mainan seperti dadu berwarna, mainan berbentuk buah dan bunga.

Setiap anak terlahir unik

Jika menemukan kesulitan dengan tahapan perkembangan anak , ibu boleh diskusikan dengan dokter anak atau boleh juga dengan bidan yang telah mengikuti pelatihan untuk KPSP, oya KPSP ini Kuisioner Pra Skrining Perkembangan. Ada beberapa alat dan instrumen juga kuisioner untuk mengukurnya sesuai dengan tahapan dan perkembangan usia.

Setiap anak terlahir unik dan  siap mendapat stimulasi kecerdasan majemuk yang kita berikan di usia emas pertumbuhannya terutama sejak lahir hingga  usia 2 tahun. Dengan rangsangan kecerdasan yang tepat di dukung gisi yang sehat seimbang untuk Balita, akan membantu setiap anak untuk berkembang sesuai tahapan.

Faktor internal dan eksternal  juga sangat berpengaruh, oleh karena itu jaga agar anak tetap sehat selama masa pertumbuhan, penuhi kebutuhan akan kasih sayang dan rasa aman. Tentu ada yang menonjol dari tiap anak dari sembilan kecerdasan majemuk dalam diri seorang anak kelak, namun sebagai orangtua kita berusaha untuk mengembangkan kesembilannya pada saat usia BALITA

Selamat mendampingi putra-putri tercinta dan jangan lupa untuk terus merangsang kecerdasan majemuk agar anak – anak tumbuh dan berkembang sehat sesuai usia.

Semoga bermanfaat

Penulis : Bidan Romana Tari

Taken from Kompas.com


s e l a s a r

Selasar Sunaryo Art Space adalah tempat yang sangat unik bagi para pecinta seni maupun mereka yang mencari ketenangan untuk nongkrong di utara kota Bandung, tentunya bagi saya yang menyukai seni, tempat ini menjadi pilihan cocok untuk berkunjung. Selain art space,  “Kopi Selasar” juga bisa jadi pilihan yang asik untuk nongkrong dan ngopi sambil menikmati suasana yang cozy dan jazzy, makanan dan minuman yang tersedia pun enak, menu yang tersedia sangat sesuai dengan suasana Art Space yang damai. Tempat ini menjadi pilihan saya dan istri untuk menghabiskan waktu, bercengkrama menikmati suasana yang damai, baca buku, browsing, dan yang paling penting adalah melampiaskan imajinasi photography saya sembari menikmati  “Beef Lasagna” dan “Iced Chocolate Cookies”.. Waktu yang cocok untuk mengunjungi tempat ini adalah di sore hari, cahaya sunset nya bagus buat foto..

 

stuff

 

circle stairs

 

lamp in line

 

down stairs

 

Selasar Sunaryo Art Space Open Hours:
Tuesday – Thursday (10:00 am – 6:00 pm)
Friday – Sunday (10:00 am – 6:00 pm)
Closed Every Monday & National Holiday

Jl. Bukit Pakar Timur 100, Bandung 40198
West Java – Indonesia
T: +62 22 250 7939
F: +62 22 251 6508
email : cinderamataselasar@selasarsunaryo.com

 

Cheers

Adiguna


The Iron Rice Bowl

Istilah The Iron Rice Bowl pertama kali digunakan di Cina, dimana arti dari The Iron Rice Bowl adalah istilah yang digunakan merujuk kepada suatu Pekerjaan yang memberikan jaminan keamanan kerja, kenyamanan, kekuasaan, penghasilan tetap, serta manfaat yang didapat. Secara tradisional maksud istilah The Iron Rice Bowl diberikan kepada orang-orang yang mempunyai mangkuk besi di negeri Cina, meliputi Personel Militer, Personel Kepolisian, Pegawai Pemerintahan, serta Anggota Dewan.

Indonesian Civil Servant

Jika kita telaah lebih lanjut, konsep The Iron Rice Bowl dapat kita rujuk pula kepada kondisi mental Pegawai Pemerintahan di Indonesia, The Iron Rice Bowl masih melekat erat dalam mental Pegawai Publik, umumnya niat para calon Pegawai Publik yang ingin bergabung dengan Pemerintahan hanya menginginkan keamanan kerja, kenyamanan kerja, kekuasaan, serta penghasilan tetap bahkan cenderung naik setiap tahunnya. Mental ingin mendapat pekerjaan yang aman dan nyaman memang bukan sesuatu yang dapat kita salahkan, karena itu adalah hak setiap orang, namun jika dalam kasus mental Pegawai Pemerintahan yang ada di Indonesia yang hanya ingin bekerja karena faktor keamanan dan kenyamanan konsep tersebut adalah salah besar. Kenapa bisa salah? karena jika dari awal niat menjadi Pegawai Pemerintahan adalah karena hanya ingin mencari aman saja bukan niat ambisius membangun negara dan mengabdi pada negara, maka keberlangsungan kinerja pegawai tersebut akan terhambat, seperti produktivitas menurun, malas bekerja, tidak disiplin, bahkan dapat terjangkit perilaku korup.  Tidak selalu terjadi di Indonesia, masalah tersebut dapat terjadi di negara mana saja karena The Iron Rice Bowl muncul dari mental individu masing-masing, jika mental tersebut hanya dimiliki oleh segelintir saja itu tidak akan menjadi masalah berarti, namun jika The Iron Rice Bowl sudah menjadi faktor kebiasaan suatu negara / budaya, maka akan sulit bagi negara tersebut untuk mencapai kemakmuran.

Singapura Menyingkirkan Konsep The Iron Rice Bowl

Singapore Civil Servant

Pemerintah memainkan peran yang sangat aktif di masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan ekonomi. Tubuh pemerintahan dan kementrian mereka dibagi kedalam dua kategori yaitu kementrian reguler dan kepegawaian negara, keduanya berkonsentrasi pada tugas-tugas administrasi rutin. Tiga kementerian yang ada berikutnya adalah pendidikan, kesehatan, dan dalam negeri (termasuk polisi, pemadam kebakaran, dan imigrasi) yang mempekerjakan 62 persen (43.000) dari 69.700 pegawai negeri pada tahun 1988. Pelayan Publik adalah mereka pegawai publik yang ditunjuk oleh Komisi Layanan Publik dan dikelola oleh Kementrian Keuangan Divisi Layanan Publik. Proyek aktif dalam pembangunan ekonomi dan rekayasa sosial ini dilakukan oleh sejumlah besar perundang-undangan khusus dan perusahaan-perusahaan publik, dimana mereka bebas dari prosedur birokrasi, dan Parlemen diberikan wewenang untuk menyapu kekuasaan. Sejak 1984, terdapat 83 perundang-undangan yang memperkerjakan 56.000 orang. Tahun 1987, sekitar 125.000 tenaga kerja adalah pegawai publik.

Dua cabang pelayanan publik melayani fungsi yang berbeda dalam sistem politik. Pegawai Publik lebih ditujukan untuk mewakili kontinuitas kelembagaan dan melakukan tugas-tugas mendasar seperti penyerahan barang seperti penyediaan air minum, penyediaan pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, dsb. Berbagai badan Quasigovernmental, seperti perundang-undangan, perusahaan-perusahaan publik, komisi, dan dewan perwakilan, memiliki kemampuan adaptasi tingi, mencetak inovasi, dan tingkat responseveness yang tinggi terhadap kondisi masyarakat lokal. Kerangka konstitusional pemerintah Singapura, dengan Parlemennya, kabinet, pengadilan, dan fungsional kementerian, menyerupai model dari pemerintahan Inggris dan negara-negara Persemakmuran Inggris lainnya. Dalam koleksi tertentu dari dewan dan majelis, yang meliputi segala sesuatu dari Central Provident Fund untuk Dewan Penasehat Sikh, mencerminkan adaptasi sukses model Inggris ke lingkungan Asia Tenggara.

Pekerjaan sebagai pegawai negeri memiliki prestise yang tinggi di Singapura, terdapat kompetisi yang  cukup ketat untuk mendapatkan posisi menjadi pegawai negeri dan dewan perundang-undangan. PNS diangkat tanpa memperhatikan ras atau agama, lebih mengutamakan kinerja mereka pada ujian tertulis kompetitif yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pegawai Negeri memiliki empat divisi hierarkis dan beberapa yang berperingkat pejabat “supergrade”. 1 Januari 1988, terdapat 493 perwira supergrade, termasuk sekretaris tetap kementerian dan departemen sekretaris dan persentasenya < 1 persen dari 69.700 pegawai negeri yang ada.

Divisi satu terdiri dari administrasi senior dan profesional posting, yaitu 14 persen dari pegawai negeri. Tingkat tengah  divisi dua dan tiga berisi pegawai-pegawai berpendidikan dan pekerja khusus yang melakukan pekerjaan pemerintah yang paling rutin. Divisi empat terdiri dari manual dan pekerja semi-skilled yang terdiri atas 20 persen dari pegawai negeri.

Pelayanan publik di Singapura dianggap sebagai pelayanan yang hampir seluruhnya bebas dari korupsi, karena dalam faktanya, hal ini dipengaruhi oleh nilai-nilai yang kuat terhadap kepemimpinan nasional yang menekankan pada kejujuran dan dedikasi kepada nilai-nilai nasional. Biro Investigasi Praktik Korupsi (Di Indonesia KPK) sangat menikmati kegiatan pemeriksaan kekuasaan dan kegiatan penyelidikan mendapat dukungan kuat dari perdana menteri dan terbebas dari konspirasi politik.

Kejujuran pekerjaan juga dipicu oleh gaji yang relatif tinggi yang dibayarkan kepada pejabat publik; gaji tinggi diberikan untuk menghilangkan godaan untuk korupsi. Dengan menganut system Tradisi Konfusian Cina dan Administrasi Pelayanan Sipil dari Inggris, pegawai-pegawai  yang direkrut merupakan mahasiswa lulusan dari universitas elite, Sekolah pelayanan publik Singapura (Indonesia IPDN), dan umumnya berhasil, untuk merekrut orang-orang muda yang memiliki bakat akademis tinggi. Komisi Pelayanan Umum juga diberikan beasiswa kepada orang-orang muda yang berbakat tersebut untuk belajar di Singapura atau di universitas luar negeri dengan syarat mereka telah lulus seleksi pegawai negeri. Perekrutan pemuda dalam pengembangan dewan perundang-undangan sering diberikan tanggung jawab besar untuk proyek-proyek ambisius dalam pembangunan industri atau pembangunan perumahan. Pejabat publik memiliki prestise yang lebih besar daripada rekan-rekan mereka dalam bisnis dan perusahaan swasta.

Harapan Untuk Indonesia

Jika kita ingin maju, maka yang harus kita lakukan adalah tiru apa yang dilakukan oleh negara maju, Singapura berhasil menyingkirkan konsep The Iron Rice Bowl karena kesungguhan pemerintah yang serius mengedepankan integritas serta kejujuran para Pegawai Publiknya ketimbang menginginkan sebuah keamanan dan kenyamanan dalam bekerja. Mungkin saat ini di Indonesia sudah mulai ada sedikit perubahan dengan adanya program remunerasi dimana setiap pekerjaan dinilai berdasarkan hasil / result oriented , dan itu sangat membantu sekali dalam pengembangan proses reformasi birokrasi yang ada di Indonesia. Namun remunerasi saja tidak  cukup tanpa adanya perombakan mental dari Pegawai Publik, merubah konsep The Iron Rice Bowl menjadi konsep Going The Extra Miles, dimana seorang Pegawai Publik memiliki mental melakukan pekerjaan lebih dari yang seharusnya untuk Negara Indonesia.

Mohamad Adiguna

Ditambah dari berbagai sumber


warungkopipemda

Tempat yang hangat dan santai untuk berbagi

Run Around Girl

A MOM'S LIFE + FOOD AND TRAVEL ADVENTURES

pica cordoba

90 DAYS IN EAST TIMOR

500 Photographers

Just another WordPress.com site

Photography Blogger

Just another WordPress.com site

The Model Railways of Chris Nevard's Blog

Just another WordPress.com site

National Railway Museum blog

Behind the scenes at the biggest railway museum in the world

archieobject

Just another WordPress.com site

flicker free

just pure, clean photography

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.