Keberadaan Telepon umum dan Kotak Pos

Telepon Umum


Kebanggaan produk pelayanan publik milik PT. Telkom yang satu ini menjadi daya tarik saya untuk membahasnya secara singkat, mungkin kita semua pernah mengalami masa kejayaan alat pelayanan publik yang satu ini, Telepon Umum pernah mengalami masa jaya di Indonesia sebelum maraknya penggunaan handphone dan telepon rumah di masyarakat. Hal yang saya alami adalah, ketika saya masih duduk di bangku SD, kira – kira saya masih kelas 2 SD tahun 1996, pada saat itu saya pernah mengalami seringnya menggunakan fasilitas telepon umum koin, telepon umum koin yang tersebar di pinggir jalan dan tempat – tempat umum di kota Cirebon memudahkan saya untuk memberi kabar kepada orang tua saya di rumah, juga saya gunakan apabila saya berniat untuk say hello kepada teman – teman saya. Saya akui saya menikmati kemudahan tersebut, hanya dengan uang koin Rp.100,- saya dapat menikmati fasilitas telepon dalam waktu +/- 3 menit. Kurang lebih satu tahun kemudian saya diberikan kartu telepon magnet oleh Ayah saya, kartu tersebut sangat membantu sekali pada waktu itu meskipun jumlah fasilitas booth telepon umum kartu tudak sebanyak telepon umum koin.

 

Telepon umum mengalami masa surut berawal di tahun 1998, semenjak meningkatnya penggunaan telepon rumah di masyarakat, telepon umum kurang begitu menarik perhatian masyarakat, terutama untuk kalangan menengah keatas. Telepon Umum menjadi kian terperosok semenjak maraknya penggunaan telepon genggam di masyarakat, masyarakat lebih memilih telepon genggam karena lebih praktis dan mudah untuk di bawa kemana-mana, perkembangan telepon genggam begitu cepat dan provider telepon semakin bersaing dan berbanding terbalik dengan keberadaan telepon umum. Telepon umum sudah tergerus oleh keberadaan telepon genggam, dan eksistensi nya saat ini sudah terpuruk jauh tidak seperti pada tahun 1990an, bahkan apabila kita berkeliling kota sudah sangat jarang kita jumpai telepon umum, apabila ada pun kondisi teleponnya sudah tidak aktif lagi, penuh coretan, bahkan hanya tinggal tiang nya saja.

 

Kotak Pos


Sebelum tahun 2000 Kotak Pos menjadi andalan kita untuk mengirimkan surat kepada sanak saudara atau kerabat, kotak pos dapat dengan mudah kita jumpai di perempatan jalan, di tempat keramaian, dan di pinggir jalan. Keberadaan kotak pos menjadi alat yang di andalkan masyarakat untuk mengirim surat, dengan sangat mudah kita dapat mengirim surat kepada saudara kita yang ada diluar pulau hanya dengan memasukannya ke dalam kotak pos, hanya tinggal modal perangko saja kita sudah bisa mengirimkan kabar berita ataupun membalas surat dari sanak saudara kita. Terutama apabila idul fitri tiba, mengirimkan kartu lebaran sudah menjadi kebiasaan yang umum di Indonesia, semuanya dapat terbantu dengan mudah dengan tersedianya kotak pos di pinggir jalan, tanpa perlu datang ke kantor pos, kartu lebaran sudah dapat terkirim.

 

Namun keberadaan kotak pos sama terpuruknya seperti telepon umum semenjak mewabahnya penggunaan telepon genggam di masyarakat, harga handphone dan harga pulsa yang semakin terjangkau mampu menggerus eksistensi kotak pos sebagai alat untuk berkomunikasi, cara masyarakat untuk berkomunikasi sudah sangat cepat dan efisien tanpa harus bersusah payah menulis surat dan pergi mencari kotak pos. Dengan telepon genggam kita cukup mengetik pesan yang kita kirim melalui provider, semuanya beres. Saat ini kanntor pos / kotak pos hanya segelintir orang pribadi yang memanfaatkan layanannya, saat ini PT. Pos Indonesia disamping melayani jasa surat menyurat, PT. Pos Indonesia pun memiliki produk pelayanan yang menjadi alat utama sumber pendapatan BUMN tersebut, yaitu dan pelayanan antar kirim barang / cargo yang masih diminati masyarakat luas karena harganya yang terjangkau, perusahaan – perusahaan pun masih tetap setia menggunakan jasa Kantor Pos dalam hal surat menyurat, namun untuk surat menyurat orang pribadi dalam hal ini masyarakat sangat jarang sekali, sehingga jangan salah apabila saat ini sangat sulit sekali kita menemukan Kotak Pos berwarna oranye di pinggir jalan, bahkan teman saya sangat takjub sekali ketika menemukan kotak pos di salah satu persimpangan di kota Bogor yang kondisinya masih sangat bagus, dia pun mengeluarkan komentar “Udah lama aku ga ngeliat kotak pos lagi, terakhir ngeliat pas waktu SD”.

Mohamad Adiguna



About Mohamad Adiguna

Ketika ada sebuah objek baru terlihat sekilas, saya tidak segan mencari tahu dan meng-explore sampai saya tau apa itu dan makna nya untuk saya.. hingga sebuah kesimpulan muncul tentang diri saya.. "i enjoy explore a new horizon" View all posts by Mohamad Adiguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

warungkopipemda

Tempat yang hangat dan santai untuk berbagi

Run Around Girl

A MOM'S LIFE + FOOD AND TRAVEL ADVENTURES

pica cordoba

90 DAYS IN EAST TIMOR

500 Photographers

Just another WordPress.com site

Photography Blogger

Just another WordPress.com site

The Model Railways of Chris Nevard's Blog

Just another WordPress.com site

National Railway Museum blog

Behind the scenes at the biggest railway museum in the world

archieobject

Just another WordPress.com site

flicker free

just pure, clean photography

%d bloggers like this: