The Iron Rice Bowl

Istilah The Iron Rice Bowl pertama kali digunakan di Cina, dimana arti dari The Iron Rice Bowl adalah istilah yang digunakan merujuk kepada suatu Pekerjaan yang memberikan jaminan keamanan kerja, kenyamanan, kekuasaan, penghasilan tetap, serta manfaat yang didapat. Secara tradisional maksud istilah The Iron Rice Bowl diberikan kepada orang-orang yang mempunyai mangkuk besi di negeri Cina, meliputi Personel Militer, Personel Kepolisian, Pegawai Pemerintahan, serta Anggota Dewan.

Indonesian Civil Servant

Jika kita telaah lebih lanjut, konsep The Iron Rice Bowl dapat kita rujuk pula kepada kondisi mental Pegawai Pemerintahan di Indonesia, The Iron Rice Bowl masih melekat erat dalam mental Pegawai Publik, umumnya niat para calon Pegawai Publik yang ingin bergabung dengan Pemerintahan hanya menginginkan keamanan kerja, kenyamanan kerja, kekuasaan, serta penghasilan tetap bahkan cenderung naik setiap tahunnya. Mental ingin mendapat pekerjaan yang aman dan nyaman memang bukan sesuatu yang dapat kita salahkan, karena itu adalah hak setiap orang, namun jika dalam kasus mental Pegawai Pemerintahan yang ada di Indonesia yang hanya ingin bekerja karena faktor keamanan dan kenyamanan konsep tersebut adalah salah besar. Kenapa bisa salah? karena jika dari awal niat menjadi Pegawai Pemerintahan adalah karena hanya ingin mencari aman saja bukan niat ambisius membangun negara dan mengabdi pada negara, maka keberlangsungan kinerja pegawai tersebut akan terhambat, seperti produktivitas menurun, malas bekerja, tidak disiplin, bahkan dapat terjangkit perilaku korup.  Tidak selalu terjadi di Indonesia, masalah tersebut dapat terjadi di negara mana saja karena The Iron Rice Bowl muncul dari mental individu masing-masing, jika mental tersebut hanya dimiliki oleh segelintir saja itu tidak akan menjadi masalah berarti, namun jika The Iron Rice Bowl sudah menjadi faktor kebiasaan suatu negara / budaya, maka akan sulit bagi negara tersebut untuk mencapai kemakmuran.

Singapura Menyingkirkan Konsep The Iron Rice Bowl

Singapore Civil Servant

Pemerintah memainkan peran yang sangat aktif di masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan ekonomi. Tubuh pemerintahan dan kementrian mereka dibagi kedalam dua kategori yaitu kementrian reguler dan kepegawaian negara, keduanya berkonsentrasi pada tugas-tugas administrasi rutin. Tiga kementerian yang ada berikutnya adalah pendidikan, kesehatan, dan dalam negeri (termasuk polisi, pemadam kebakaran, dan imigrasi) yang mempekerjakan 62 persen (43.000) dari 69.700 pegawai negeri pada tahun 1988. Pelayan Publik adalah mereka pegawai publik yang ditunjuk oleh Komisi Layanan Publik dan dikelola oleh Kementrian Keuangan Divisi Layanan Publik. Proyek aktif dalam pembangunan ekonomi dan rekayasa sosial ini dilakukan oleh sejumlah besar perundang-undangan khusus dan perusahaan-perusahaan publik, dimana mereka bebas dari prosedur birokrasi, dan Parlemen diberikan wewenang untuk menyapu kekuasaan. Sejak 1984, terdapat 83 perundang-undangan yang memperkerjakan 56.000 orang. Tahun 1987, sekitar 125.000 tenaga kerja adalah pegawai publik.

Dua cabang pelayanan publik melayani fungsi yang berbeda dalam sistem politik. Pegawai Publik lebih ditujukan untuk mewakili kontinuitas kelembagaan dan melakukan tugas-tugas mendasar seperti penyerahan barang seperti penyediaan air minum, penyediaan pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, dsb. Berbagai badan Quasigovernmental, seperti perundang-undangan, perusahaan-perusahaan publik, komisi, dan dewan perwakilan, memiliki kemampuan adaptasi tingi, mencetak inovasi, dan tingkat responseveness yang tinggi terhadap kondisi masyarakat lokal. Kerangka konstitusional pemerintah Singapura, dengan Parlemennya, kabinet, pengadilan, dan fungsional kementerian, menyerupai model dari pemerintahan Inggris dan negara-negara Persemakmuran Inggris lainnya. Dalam koleksi tertentu dari dewan dan majelis, yang meliputi segala sesuatu dari Central Provident Fund untuk Dewan Penasehat Sikh, mencerminkan adaptasi sukses model Inggris ke lingkungan Asia Tenggara.

Pekerjaan sebagai pegawai negeri memiliki prestise yang tinggi di Singapura, terdapat kompetisi yang  cukup ketat untuk mendapatkan posisi menjadi pegawai negeri dan dewan perundang-undangan. PNS diangkat tanpa memperhatikan ras atau agama, lebih mengutamakan kinerja mereka pada ujian tertulis kompetitif yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pegawai Negeri memiliki empat divisi hierarkis dan beberapa yang berperingkat pejabat “supergrade”. 1 Januari 1988, terdapat 493 perwira supergrade, termasuk sekretaris tetap kementerian dan departemen sekretaris dan persentasenya < 1 persen dari 69.700 pegawai negeri yang ada.

Divisi satu terdiri dari administrasi senior dan profesional posting, yaitu 14 persen dari pegawai negeri. Tingkat tengah  divisi dua dan tiga berisi pegawai-pegawai berpendidikan dan pekerja khusus yang melakukan pekerjaan pemerintah yang paling rutin. Divisi empat terdiri dari manual dan pekerja semi-skilled yang terdiri atas 20 persen dari pegawai negeri.

Pelayanan publik di Singapura dianggap sebagai pelayanan yang hampir seluruhnya bebas dari korupsi, karena dalam faktanya, hal ini dipengaruhi oleh nilai-nilai yang kuat terhadap kepemimpinan nasional yang menekankan pada kejujuran dan dedikasi kepada nilai-nilai nasional. Biro Investigasi Praktik Korupsi (Di Indonesia KPK) sangat menikmati kegiatan pemeriksaan kekuasaan dan kegiatan penyelidikan mendapat dukungan kuat dari perdana menteri dan terbebas dari konspirasi politik.

Kejujuran pekerjaan juga dipicu oleh gaji yang relatif tinggi yang dibayarkan kepada pejabat publik; gaji tinggi diberikan untuk menghilangkan godaan untuk korupsi. Dengan menganut system Tradisi Konfusian Cina dan Administrasi Pelayanan Sipil dari Inggris, pegawai-pegawai  yang direkrut merupakan mahasiswa lulusan dari universitas elite, Sekolah pelayanan publik Singapura (Indonesia IPDN), dan umumnya berhasil, untuk merekrut orang-orang muda yang memiliki bakat akademis tinggi. Komisi Pelayanan Umum juga diberikan beasiswa kepada orang-orang muda yang berbakat tersebut untuk belajar di Singapura atau di universitas luar negeri dengan syarat mereka telah lulus seleksi pegawai negeri. Perekrutan pemuda dalam pengembangan dewan perundang-undangan sering diberikan tanggung jawab besar untuk proyek-proyek ambisius dalam pembangunan industri atau pembangunan perumahan. Pejabat publik memiliki prestise yang lebih besar daripada rekan-rekan mereka dalam bisnis dan perusahaan swasta.

Harapan Untuk Indonesia

Jika kita ingin maju, maka yang harus kita lakukan adalah tiru apa yang dilakukan oleh negara maju, Singapura berhasil menyingkirkan konsep The Iron Rice Bowl karena kesungguhan pemerintah yang serius mengedepankan integritas serta kejujuran para Pegawai Publiknya ketimbang menginginkan sebuah keamanan dan kenyamanan dalam bekerja. Mungkin saat ini di Indonesia sudah mulai ada sedikit perubahan dengan adanya program remunerasi dimana setiap pekerjaan dinilai berdasarkan hasil / result oriented , dan itu sangat membantu sekali dalam pengembangan proses reformasi birokrasi yang ada di Indonesia. Namun remunerasi saja tidak  cukup tanpa adanya perombakan mental dari Pegawai Publik, merubah konsep The Iron Rice Bowl menjadi konsep Going The Extra Miles, dimana seorang Pegawai Publik memiliki mental melakukan pekerjaan lebih dari yang seharusnya untuk Negara Indonesia.

Mohamad Adiguna

Ditambah dari berbagai sumber

About Mohamad Adiguna

Ketika ada sebuah objek baru terlihat sekilas, saya tidak segan mencari tahu dan meng-explore sampai saya tau apa itu dan makna nya untuk saya.. hingga sebuah kesimpulan muncul tentang diri saya.. "i enjoy explore a new horizon" View all posts by Mohamad Adiguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

warungkopipemda

Tempat yang hangat dan santai untuk berbagi

Run Around Girl

A MOM'S LIFE + FOOD AND TRAVEL ADVENTURES

pica cordoba

90 DAYS IN EAST TIMOR

500 Photographers

Just another WordPress.com site

Photography Blogger

Just another WordPress.com site

The Model Railways of Chris Nevard's Blog

Just another WordPress.com site

National Railway Museum blog

Behind the scenes at the biggest railway museum in the world

archieobject

Just another WordPress.com site

flicker free

just pure, clean photography

%d bloggers like this: