MUNGGAH – SEBUAH TRADISI


Rutinitas yang terus hadir dalam keseharian saya kerap menimbulkan efek “lupa” akan perlunya berkumpul dan bersilaturahim dengan keluarga di kampung halaman, rutinitas mencari nafkah dan membina rumah tangga bersama istri tercinta di kota lain dan jauh dari kota kelahiran dimana Ibu dan Adik tinggal adalah hal yang harus dihadapi setelah kita berkomitmen untuk hidup mandiri serta berpisah dari Ibu, Ayah, Adik kita tercinta, Silaturahim yang dibangun dari kejauhan hanya sebatas melalui BBM, SMS, ataupun Telepon kurang begitu afdol dibandingkan kita mengunjungi langsung keluarga dan saudara-saudara kita.

Lain ketika Ramadhan akan tiba, kerinduan akan kampung halaman dan kerinduan akan keluarga tercinta di kampung halaman pun bertambah kuat, berbeda dengan bulan-bulan biasanya, rindu akan berkumpul dan bersilaturahim dengan Ibu, Adik, dan Ayah di kampung seolah melengkapi indahnya kehadiran bulan Ramadhan, maka tak heran jika di Jawa Barat khususnya dikenal dengan tradisi “Munggah”, dimana tradisi ini sudah berkembang sejak zaman dahulu kala, munggah merupakan tradisi dimana kita berkunjung ke Kampung Halaman Orang Tua kita bersama dengan anak dan istri. Sebenarnya tradisi ini begitu kental terasa pada zaman dahulu kala, seperti dikutip di surat kabar Pikiran Rakyat – Menjalankan Munggah Merindukan Rumah, dalam bahasa sunda “munggah” berarti “naik” dan mengandung makna “ peningkatan” atau “perubahan”, di dalam budaya dan tradisi sunda sendiri munggah bertujuan untuk membersihkan diri dan menyucikan diri sebelum menjalankan Ibadah puasa di bulan Ramadhan. Berbagai macam cara untuk melaksanakan tradisi munggah, ada yang mengisi dengan berziarah, mengirimkan makanan ke kampung halaman, sahur bersama, mengajak anak dan istri berkunjung ke saudara-saudara di kampung, dll.

Bagi saya pribadi apa yang dikutip di harian Pikiran Rakyat tersebut memang benar adanya, Bersilaturahim setelah kita melewati kesibukan yang menyita waktu, akan berpengaruh terhadap ketenangan lahir dan batin saya. Mungkin saya tidak akan menjalankan tradisi munggah seperti zaman sunda kuno, namun yang saya terapkan dari apa saya petik dari hikmah menjalankan tradisi munggah adalah “silaturahim” sebagai salah satu sunah Rasulullah SAW. Selain saya dan istri saya berkunjung ke kampung halaman untuk melepas rindu, kami pun bermaksud meminta maaf atas segala kesalahan dan memohon doa dari Ibunda tercinta untuk diberikan kelancaran dan kekuatan untuk segala apa yang kami lakukan di dunia ini, sehingga kami berdua senantiasa damai dan tenang lahir dan bathin, dan menjalankan Ibadah puasa dengan penuh amanah. Tentunya dengan segala restu Ibunda tercinta dan keluarga tercinta saya harap mampu meminimalisir GAP yang muncul antara kami dan keluarga karena kami berdua sudah tinggal berpisah.

Semoga kita senantiasa menjaga tradisi ini, tradisi silaturahim yang rutin kita lakukan, bukan hanya pada saat munggah, namun silaturahim yang kita bangun dikeseharian kita akan menjadi sebuah kebiasaan baik yang memberikan banyak manfaat. Aamiin.

About Mohamad Adiguna

Ketika ada sebuah objek baru terlihat sekilas, saya tidak segan mencari tahu dan meng-explore sampai saya tau apa itu dan makna nya untuk saya.. hingga sebuah kesimpulan muncul tentang diri saya.. "i enjoy explore a new horizon" View all posts by Mohamad Adiguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

warungkopipemda

Tempat yang hangat dan santai untuk berbagi

Run Around Girl

A MOM'S LIFE + FOOD AND TRAVEL ADVENTURES

pica cordoba

90 DAYS IN EAST TIMOR

500 Photographers

Just another WordPress.com site

Photography Blogger

Just another WordPress.com site

The Model Railways of Chris Nevard's Blog

Just another WordPress.com site

National Railway Museum blog

Behind the scenes at the biggest railway museum in the world

archieobject

Just another WordPress.com site

flicker free

just pure, clean photography

%d bloggers like this: